Penulis : Drs. Azwarman, MM (Kepala DPPKB Padang Pariaman)
Keluarga adalah tempat pertama seorang anak mengenal kasih sayang, nilai kehidupan, karakter, dan masa depan. Dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang berkualitas. Namun, membangun keluarga yang tangguh bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga tentang menghadirkan perhatian, waktu, dan cinta dari setiap anggota keluarga, terutama sosok ayah.
Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang diperingati pada bulan Juni 2026, tema “Ayah Wajib Hadir” menjadi pesan penting bagi seluruh keluarga Indonesia. Tema ini mengingatkan bahwa kehadiran ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai sosok yang memiliki peran besar dalam pengasuhan, pendidikan, perlindungan, dan pembentukan karakter anak.
Selama ini masih ada pandangan bahwa tugas ayah hanya sebatas bekerja mencari penghasilan, sementara pengasuhan anak lebih banyak dibebankan kepada ibu. Padahal, perkembangan anak membutuhkan peran kedua orang tua. Seorang ayah yang hadir akan memberikan rasa aman, membangun kepercayaan diri anak, serta menjadi contoh dalam menghadapi kehidupan.
Ayah hadir bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional. Hadir berarti menyediakan waktu untuk mendengarkan cerita anak, mendampingi saat anak mengalami kesulitan, memberikan dukungan ketika anak mengejar cita-cita, dan menjadi tempat anak merasa diterima serta dihargai.
Di era modern saat ini, tantangan keluarga semakin kompleks. Perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan risiko apabila tidak disertai pendampingan keluarga. Anak-anak semakin mudah mengakses informasi, berinteraksi melalui media sosial, dan menghadapi berbagai pengaruh dari lingkungan sekitar. Dalam kondisi seperti ini, peran ayah dan ibu menjadi semakin penting sebagai pengarah dan pelindung anak.
Ayah yang hadir mampu menjadi benteng pertama dalam membangun ketahanan keluarga. Anak yang mendapatkan perhatian dan komunikasi yang baik dari orang tuanya cenderung memiliki karakter yang lebih kuat, mampu mengambil keputusan yang baik, dan memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi.
Kehadiran ayah juga memiliki hubungan erat dengan upaya membangun keluarga sehat dan mencegah berbagai persoalan sosial. Ketika ayah terlibat dalam kehidupan anak, keluarga akan memiliki ikatan yang lebih kuat. Anak tidak hanya tumbuh dengan kebutuhan materi yang terpenuhi, tetapi juga dengan kebutuhan kasih sayang dan perhatian yang cukup.
Peringatan Harganas bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa keluarga adalah fondasi utama pembangunan manusia. Keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang kuat. Oleh karena itu, pembangunan keluarga harus menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh keluarga Indonesia.
Melalui tema “Ayah Wajib Hadir”, para ayah diajak untuk kembali memahami bahwa waktu bersama anak adalah investasi yang tidak ternilai. Anak mungkin tidak selalu mengingat berapa banyak uang yang diberikan orang tua, tetapi mereka akan selalu mengingat siapa yang hadir ketika mereka membutuhkan dukungan.
Seorang ayah tidak harus selalu memberikan hal besar untuk membuat anak bahagia. Hal sederhana seperti makan bersama, mengantar anak sekolah, membantu belajar, menghadiri kegiatan anak, atau sekadar berbicara dari hati ke hati dapat memberikan dampak besar bagi perkembangan psikologis anak.
Keluarga yang harmonis bukan berarti keluarga tanpa masalah. Setiap keluarga pasti memiliki tantangan. Namun, keluarga yang kuat adalah keluarga yang mampu menyelesaikan masalah bersama, saling mendukung, dan menjaga komunikasi yang baik.
Dalam upaya mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter, peran ayah harus semakin diperkuat. Ayah bukan hanya pemimpin dalam keluarga, tetapi juga sahabat, pendidik, pelindung, dan teladan bagi anak-anaknya.
Momentum Hari Keluarga Nasional bulan Juni ini menjadi pengingat bagi seluruh ayah di Indonesia: hadirlah untuk keluarga, karena kehadiran ayah hari ini akan menentukan masa depan anak-anak esok hari.
Mari bersama membangun keluarga Indonesia yang lebih kuat, lebih bahagia, dan lebih berkualitas. Karena keluarga hebat dimulai dari orang tua yang hadir, peduli, dan mencintai sepenuh hati.
Selamat Hari Keluarga Nasional 2026.
Ayah Wajib Hadir, Keluarga Kuat, Indonesia Hebat.